Minggu, 25 November 2012
Keliling Dunia Sendiri, Biker RI Terpesona Jepang
Usai menjelajahi kawasan liar Siberia, Rusia, Jeffrey Polnaja biker asal Indonesia juga telah menjelajahi negeri sakura yang memiliki jarak tempuh hingga 3.000 km.
Kang JJ, sapaan Jeffrey Polnaja, mengaku puas karena bisa mengeksplorasi panorama dan budaya Jepang tanpa halangan, selain itu dirinya sangat terpesona dengan keharmonisan kehidupan di Jepang.
"Bersyukur saya bisa menyelesaikan salah satu etape terpenting dalam penjelajahan Ride for Peace kedua, yaitu Jepang. Banyak bikers dunia yang bermimpi riding di Jepang, terutama di pulau Hokkaido, dan saya sudah meraihnya. Pengalaman ini akan menjadi kenangan manis bagi hidup saya," kata Jeffrey yang kini telah berada di Busan, Korea Selatan, dalam keterangan rilis, Selasa 18 September 2012.
Jeffry yang menunggangi motor BMW R1150GS bernomor polisi B 5010 JP ke Jepang menggunakan jasa penyeberangan laut dari Sakhalin, Rusia, dan mendarat di pelabuhan Wakkanai, Hokkaido, di utara Jepang pada 31 Agustus 2012.
Dari situ, selama dua pekan, pria asal tanah pasundan Bandung, Jawa Barat itu, menjelajah hingga daerah Shimonosheki di selatan Jepang.
"Jelas Jepang telah meninggalkan kesan baik di mata saya. Masyarakat Jepang sungguh ramah. Mereka dengan ringan tangan siap membantu siapa pun yang membutuhkan," ujar Jeffrey, mengenang.
Karena itu, Jeffry menyarakan agar masyarakat Indonesia dapat belajar kedisiplinan, sikap tenggang rasa dari penduduk Jepang, karena contoh budaya masyarakat di Jepang yang tertib dan disipling dalam berlalu lintas
“Dulu masyarakat kita terkenal ramah, namun belakangan ini kesan itu terasa jauh," kata Jeffrey. "Jangankan Indonesia, Eropa saja pantas belajar dari cara orang-orang Jepang berlalu lintas. Saya yang menunggang sepeda motor merasa diperhatikan oleh setiap pengguna mobil, bus, dan truk. Saya diberikan jalan ketika mereka melihat ada saya di belakang," kata Jeffrey.
Ketika di Jepang, Jeffrey ditemani seorang penjelajah lokal bernama Shoichi Saga yang ditemuinya di Siberia. Bersama Saga, Jeffrey dikenalkan banyak sisi menarik dari Jepang yang tak banyak diketahui wisatawan.
Salah satunya adalah pemandian air panas Komanoyu atau Bear Hot Spring yang terdapat di daerah Hokkaido.
Menurut Saga, kawasan Komanoyu merupakan alam bebas yang dihuni beragam satwa liar. Dia mengatakan, tak jarang orang bisa melihat beruang di sekitar Komanoyu. Karena itu, tempat ini disebut Pemandian Air Panas Beruang.
Tak hanya itu, dari tempat ini pula Jeffrey bisa menyaksikan betapa indahnya panorama pegunungan Komagatake dan Hakkai.
Selain itu, Jeffrey yang membawa bendera Ride for Peace juga berkesempatan merasakan bermalam di tengah hutan di sebuah rumah di daerah Gunma. Minoru Kishada, pemilik rumah yang merupakan pasangan suami istri dengan dua anak menjamu Jeffrey layaknya orang yang telah lama dikenal.
Tempat-tempat lain yang dikunjungi Jeffrey selama pengembaraannya di Jepang adalah Gunung Fuji serta berziarah ke Ground Zero di kota Hiroshima yang luluh lantak karena bom atom.
"Di Hiroshima saya bisa merasakan betapa kejamnya perang. Hiroshima tak hanya membutuhkan waktu puluhan tahun untuk membangun ulang kotanya. Menghapus trauma perang dari ingatan masyarakat bukanlah pekerjaan mudah. Pengalaman di Hiroshima ini semakin menambah motivasi saya dalam mengibarkan bendera Ride for Peace di seantero jagad," katanya.
Pengalaman istimewa lain yang diterima Jeffrey saat menjelajah di Jepang adalah memenuhi undangan Festival Indonesia 2012 yang diselenggarakan Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo pada 8-9 September 2012.
Menempati kawasan terbuka di depan hotel mewah Ritz Carlton di Tokyo Midtown, Roppongi, Jeffrey juga sempat bertemu kelompok musik asal Tanah Air, Band Kotak dan Soul Id, di acara tersebut.
Dalam lawatananya di Tokyo itu pula Jeffrey berkesempatan melakukan presentasi di tengah siswa-siwi Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) dan para pemuda Indonesia yang magang kerja di Jepang.
Sumber : Otomotif.News.Viva.co.id
Aksi Biker RI Taklukkan Ganasnya Jalanan 4 Negara
Biker asal Indonesia semakin banyak yang ingin mencoba menaklukkan medan negara tetangga. Setelah Jeffrey Polnaja, dengan misi keliling dunia sendiri dengan sepeda motor, kini ada satu lagi yaitu M. Yunus.
Pria asal Jakarta itu bakal menggunakan motor BMW F800GS untuk menjelajah empat negara di Asia Tenggara, yakni Malaysia, Thailand, Laos, Kamboja, dan kembali ke Indonesia dengan total perjalanan sekitar satu bulan.
"Hampir setiap tahun, sebenarnya saya melakukan perjalanan. Namun, hanya sampai jarak 6.000 km. Kalau totalnya sampai 10.000 km," kata Yunus, saat ditemui di basecamp Home of Silverhawk, Jakarta Selatan, Sabtu malam 10 November 2012.
Yunus yang sangat hobi berjalan-jalan dengan sepeda motor ini rencananya melakukan perjalanan pada 22 November mendatang seorang diri. Dimulai dari kota Pontianak, Kalimantan Barat, melintasi perbatasan Malaysia melalui Kucing dan menyeberang menggunakan jalur udara menuju Kuala lumpur, Malaysia.
Sesampainya di Malaysia, dia akan ditemani tiga biker asal Malaysia, dan seorang asal Indonesia untuk menuju Thailand melalui Chiang Mai, yang ditargetkan akan sampai pada 5 Desember 2012.
"Jalan di sana bagus, beda sama di Indonesia. Kami bisa pakai kecepatan 200 km/jam," jelas Yunus.
Target sesampai di Thailand, Yunus akan bertemu Golden Triangle 1000 Corners Challenge, yang merupakan para biker gabungan dari beberapa komunitas motor di Indonesia, seperti Ducati, Silver Hawk, Harley, Vendetta, Maddog, dan R15 Sentul.
Menurut Yunus, perjalanan para peserta Golden Triangle 1000 Corners Challenge berlangsung 5-10 Desember 2012, melalui jalur pegunungan dengan jarak tempuh 1.400 km dan melewati lebih dari 1.000 tikungan.
"Perjalanan ini seperti touring, tapi di luar negeri. Ini seperti kesempatan para teman-teman yang ingin touring ke luar negeri dengan biaya yang relatif terjangkau sekitar Rp11 jutaan, termasuk penginapan plus makan, sewa motor plus bensin, serta marshal," kata Yunus.
"Biaya tersebut tidak termasuk tiket pesawat dan asuransi. Adapun untuk para peserta, mereka akan menggunakan motor sewaan seharga Rp700 ribuan, berupa Kawasaki ER6n dan Versys 650," tambahnya.
Dia menambahkan, tidak ada syarat khusus dalam touring ini. Hanya saja, para peserta harus menggunakan alat keselamatan saat berkendara, seperti menggunakan helm full face, sarung tangan, sepatu sebatas mata kaki, serta memberikan nomor kontak keluarga yang bisa dihubungi.
"Ini hanya perjalanan mencari pengalaman tanpa ada misi khusus. Seperti adventure kecil dan sebuah tantangan," tuturnya.
Setelah menemani para Golden Triangle 1000 Corners Challenge, Yunus akan melanjutkan perjalanan seorang diri yang diperkirakan sampai kembali di Indonesia akhir 2012.
Sumber : Otomotif.news.viva.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)
