Jumat, 08 November 2013
Cocok Buat Kikers Indo
Ducati 'mencuri' kesempatan tampil di IIMS 2013 meluncurkan Ducati Hyperstrada di tengah jajaran kendaraan roda empat atau lebih.
Tak hanya itu, mereka sekaligus memanfaatkan momen ini dengan memasarkan Hyperstrada. Motor segala medan berbobot 181 kg dengan kapasitas tangki 16 liter dipasarkan mengingat kecocokan bagi kegiatan touring di Indonesia.
"Tinggi dari jok ke tanah hanya 81 cm. Ini sudah disesuaikan dengan postur orang Indonesia," ungkap Agustus Sani Nugroho, Presiden Direktur Ducati Indonesia.
Ducati Hyperstrada bermesin Testastretta 11 L-Twin DOHC berkapasitas 821 cc dengan tenaga 110 hp pada 9.250 rpm ini dijual harga Rp 345 juta on-the road Jakarta.
Fungsinya sebagai motor touring dipertegas lewat pemasangan dua side box yang cukup besar dengan kapasitas 50 liter.
Sumber : Otosia.com
Senin, 07 Oktober 2013
Kaya Apa Sie Sepatu Touring Itu?
Touring saat ini merupakan kegiatan yang sangat digemari oleh para biker di Tanah Air. Tak hanya mengisi waktu luang saat liburan, beberapa klub biker bahkan sudah menjadwalkan touring dalam agenda rutin mereka.
Bagi para biker yang gemar touring ini pemilihan sepatu yang akan digunakan untuk touring bukanlah hal yang bisa diremehkan. selain untuk menghindari cedera di bagian kaki, sepatu touring yang baik juga memperkecil kemungkinan pengendara terpeleset akibat sepatu yang licin.
Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat memilih sepatu untuk touring. Pertama tentu adalah safety. Sepatu touring yang bagus memiliki 3 bagian safety, yaitu angkle (mata kaki), bone shine (tulang kering) dan toe slider (jari kaki).
Selain safety, kenyamanan sepatu juga perlu dipertimbangkan karena touring kerap kali memakan waktu yang lama. Gunakan sepatu touring dengan tinggi di atas mata kaki dan di bawah lutut. Kalau bisa, pilih sepatu dengan teknologi baru seperti goretex atau 3M yang bisa meredam panas dan memberikan rasa nyaman.
Pakailah sepatu yang memiliki satu ukuran lebih besar dari ukuran sepatu normal Anda. Tujuannya agar kaki tidak merasa sumpek, lelah dan juga nyaman.
Sumber : Otosia.com
Kamis, 19 September 2013
Jelajah Borneo
Joegi Herdiawan dan Bayu merupakan bikers sejati yang kerap melakukan turing bersama tunggangannya. Perjalanan menjelajahi Borneo Island sudah direncanakan sejak 2009 lalu dan baru terealisasi pada pertengahan tahun 2012.
Sebuah pulau yang kaya akan hutan tropisnya, keanekaragaman dan keunikan suku budayanya ini menjadi daya tarik kedua sahabat ini. Untuk bisa mengenal lebih dekat dan berbaur dengan mereka semua.
Perjalanan dengan sebutan 'Mapag Negeri Adventure' ini memilih pulau Kalimantan. Terbilang sebuah pilihan gila dan nekat. Karena image pulau ini yang sering diperbincangkan dengan banyaknya cerita-cerita magis, angker dan lain sebagainya. Ditambah lagi, pasca kejadian perang suku pada tahun 1999 silam yang masih membekas bagi kita semua.
Tapi bagi Joe dan Bayu, semua ini adalah sebuah kenangan buruk dan diyakinkan tidak akan terulang kembali. Namun dibalik itu semua, ada sisi menarik yang sangat sayang untuk ditinggalkan. Bahkan bagi Bayu, Borneo adalah salah satu pulau yang sangat pas bagi para petualang motor.
'Mapag Negeri Adventure' memakan waktu hingga 2 bulan lebih, yang dibagi dalam 3 etape. Etape 1 melalui Kalimantan Selatan - Kalimantan Tengah - Kalimantan Barat. Untuk etape 2 rute yang dilewati adalah Kalimantan Barat - Serawak - Brunei - Sabah.
Sedangkan etape 3 meliputi Kalimantan Timur - Kalimantan Selatan. Perjalanan yang menempuh jarak lebih kurang 10.000 km ini dimulai dari Surabaya, melalui jasa penyeberangan menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, pada 12 Mei 2012.
Dengan masing-masing mengendarai Yamaha Scorpio, Joe dan Bayu terus menerabas rimbanya belantara Kalimantan. Bersilaturahmi dengan penduduk setempat, bahkan Bayu sempat tinggal di Pontianak selama sebulan. Kedua sahabat ini juga sering menemukan jalur-jalur yang terputus selama perjalanan.
Bayu merasa bangga dengan Scorpio Adventure yang menemaninya dalam petualangan di Kalimantan ini. Semua perlengkapan selama perjalanan telah disiapkan pada tunggangannya ini. Dari jerigen berisi bahan bakar cadangan hingga pompa angin elektrik. "Semua sudah dibawa, kecuali mesin cuci," canda Joe.
Joe dan Bayu memang sengaja membawa jerigen untuk cadangan bahan bakar Yamaha Scorpio yang ditungganginya itu. Karena kedua sahabat ini memprediksi akan mengalami kelangkaan bahan bakar selama perjalanan.
Hal ini terbukti, selama perjalanan mereka hanya menemukan beberapa SPBU Pertamina saja. Mereka justru banyak membeli bahan bakar dari 'Pertamini' alias kios bensin milik warga.
Sumber : Otosia.com
Jumat, 23 Agustus 2013
Mario Menjelajah 7 Negara
Petualangan menjelajah 7 negara di Asia Tenggara yang dilakukan Mario Iroth mengundang decak kagum bikers mancanegara. Mario telah sukses mengarungi lika-liku perjalanan di situasi dan medan jalan berbeda di sejumlah negara Asia.
Tidak cuma menikmati perjalanan bersama roda dua, Mario juga membawa pesan kedamaian sekaligus memperkenalkan Indonesia di luar negeri. Banyak suka dan duka yang ia alami selama membesut sepeda motor melintasi dari satu negara ke negara lain.
Mario Iroth adalah seorang Backpacker yang pernah berpetualang sejak tahun 2010-2012 di Asia Tenggara. Di Kamboja dia pernah bergabung bersama New Hope Cambodia (Non Government Organization) dan Cambodian Children’s Trust. LSM ini merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang sosial.
Mario bertutur, melihat sisi kehidupan di desa Mendul 3 provinsi Siem Reap dan Battambang, bagian selatan Kamboja sangatlah mengejutkan. Di sini Mario menyaksikan banyaknya keluarga miskin dan anak-anak terlantar akibat dari persoalan ekonomi dan dampak dari konflik perang. Melihat hal demikian Mario Iroth memiliki nazar untuk kembali ke daerah ini dengan membawa bantuan amal dengan mengendarai sepeda motor.
Selang setahun kemudian, pemuda 26 tahun ini mewujudkan cita-citanya. Ide perjalanan dirancang kurang lebih satu tahun. Perjalanan dikemas dalam sebuah kisah perjalanan ‘Wheel Story’, melintasi 7 negara, 17.000 km, dan 2 aksi amal. Ke-7 negara yang dilalui oleh Wheel Story meliputi Indonesia, Singapora, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Laos.
Dua Charity Partners diberikan kepada New Hope Cambodia (NHC). Yayasan tersebut fokus pada pendidikan gratis dan perbaikan gizi anak-anak. Sedangkan partner kedua adalah Cambodia Children Trust (CCT) LSM dari wilayah Battambang Kamboja. Fokus utamanya adalah memutus tali kemiskinan, dengan membuat proyek-proyek inovatif dan kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat miskin setempat.
Menggunakan Motor Kawasaki KLX 150 S, perjalanan ini dimulai dari Seminyak, Kuta - Bali, Minggu 3 Maret 2013. Kurang lebih 87 hari telah dilalui, dengan segudang pengalaman menarik. Total jarak tempuh telah tembus 17.542 km.
Rute awal perjalanan dimulai dari Bali menuju ke Pulau Jawa dan Sumatera, dan menyebrang ke Port Klang,Malaysia lewat Dumai, Riau. Begitu juga rute balik ke Indonesia, melalui Port Klang,Malaysia menyebrang ke Tanjung Balai Asahan.
Tepat 25 Maret 2013, Mario Iroth dari Wheel Story telah tiba di desa Mendul 3 propinsi Siem Reap, desa ini berjarak 2 km dari Angkor Wat di wilayah Siem Reap, Kamboja. Menempuh jarak kurang lebih 6.000 km, disinilah Mario menyerahkan donasi amal dari para sponsor di Indonesia. Di hari berikutnya Mario melanjutkan perjalanan ke Charity Partner ke dua Cambodia Children’s Trust di Battambang dengan melakukan kegiatan yang sama.
Selanjutnya pada hari ke 47-49, Mario telah berada di Wilayah Thailand dengan jarak tempuh sudah 10.867 km. Ada kisah duka dan bahagia, duka karena Mario mengalami insiden saat perjalanan dari Ayuttaya ke Phuket, menuju Phuket Bike Week 2013 di Thailand. Motornya menabrak mobil Sedan yang sedang parkir. Pengalaman ini kemudian terobati dengan kisah bahagia saat bertemu Bintang Long Way Round Charley Boorman di Phuket Bike Week 2013.
Saat baru parkir tiba-tiba ada kameramen dan secara spontan datang menghampiri saya dan mengatakan, “Anda sudah datang dari jauh dan sendirian”. Sambil berjabat tangan dan dia bilang ‘saya Charley’ – Charley Boorman bintang Long Way Round yeah,” tutur Mario.
“Saya tahu persis Anda di Long Way Round,” lanjut Mario kepada Charley. “Lalu dia melihat rute saya di panniers sambil senyum dan memegang pundak saya seolah mengingatkan petualangan sejati Long Way Round, dari semua yang datang, motor saya paling kotor dan banyak barang makanya mencuri perhatian Charley Boorman,” paparnya.
Pada adventure menjelajah 7 negara, Mario sekaligus menguji Sinnob Sprocket Gear untuk Kawasaki KLX 150 ratio 14-44T Explore pulau Jawa dan Bali dengan jarak tempuh 8.000 km. Ketika expedisi Wheel Story berlangsung, Mario kembali memakai Sprocket Gear dari Sinnob yang terpasang di motor Kawasaki KLX 150.
Sumber : Otosia.com
Jumat, 12 Juli 2013
Taklukkan Siberia Dengan Motornya
Jeffrey Polnaja alias Kang Jeje, berhasil menjadi orang Indonesia pertama yang menaklukkan kawasan liar dan beku Siberia, Rusia. Menjelajah lebih dari 7.000 Km dari Novosibirk hingga Vladivostok dengan sepeda motor BMW R1150GS bernopol B 5010 JP. Jeffrey capai jarak tempuh tersebut hampir sepuluh hari dengan medan jalan yang sulit.
Tahapan perjalanan pria yang akrab di sapa Kang Jeje ini dimulai pada 5 Agustus 2012. Ia tiba pada 27 Agustus 2012 di Vanino, sebuah kota pelabuhan di ujung Timur Rusia. Jeffrey mengaku menerima banyak rintangan selama perjalanan.
Kelelahan dan tekanan suhu adalah tantangan terbesar. Medan jalan off-road sejauh hampir 3.000 Km harus ditaklukkan di tengah tekanan suhu dingin yang tak jarang capai minus 3 derajat selsius. Padahal cuaca Siberia saat ini sedang menjalani musim panas.
"Sebuah kebanggaan bagi saya, dan tentunya bangsa Indonesia, ketika teman-teman bikers di Vanino menyatakan saya sebagai orang pertama dari Indonesia yang mampu menembus Siberia," kata Jeffrey yang dijemput kelompok bikers dari Wild Riders Novosibirks Bikers Club dan Black Unicorns di kota pelabuhan Vanino.
Kepada Jeffrey, para pecinta sepeda motor di kota tersebut juga menyampaikan rasa salutnya terhadap stamina fisik, keterampilan bersepeda motor dan keberanian orang Indonesia. "Mereka tahu saya dari negara beriklim tropis dan panas, namun harus mengendarai sepeda motor di tengah bekunya suhu Siberia. Jadi sebuah kejutan bagi mereka karena Indonesia tidak mengenal salju dan dingin," ungkap pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 63 tahun silam itu.
Jeffrey sendiri mengakui bahwa Trans Siberia menyimpan tantangan yang luar biasa liar. Hambatan medan jalan, terpaan suhu beku, hingga ancaman keamanan menghantui bagi siapapun yang melintasi kawasan itu. Tak jarang dia harus melalui jalan lurus seperti tak berujung. Namun kerap pula dirinya harus ekstra waspada ketika menghadapi jalur berliku di bibir jurang.
Bikers setempat mengatakan, hanya segelintir penjelajah dunia tangguh yang mampu menaklukkan Siberia. Bahkan tak semua bikers di dekat kawasan Siberia yang berani meladeni daerah yang menjadi hunian macan Siberia yang tak kenal ampun itu.
Setidaknya, berita tentang kematian pengelana dengan sepeda motor dari Jepang, Ohnita Kaiti, tiga bulan silam membuktikan betapa nyawa begitu murah di Siberia. Ohnita tewas setelah menerima 30 tikaman dari sekelompok penjahat yang hendak merampok dirinya. Tubuh Ohnita ditemukan membeku di dalam tenda tanpa sepeda motor dan barang-barang bawaannya.
Buasnya kawasan Siberia juga diakui penjelajah asal Inggris, Christ Bright. Ketika bertemu Kang JeJe di Ulaan Bator, Mongolia, Christ mengatakan, saat ini masih lebih banyak pendaki yang berhasil menaklukkan Gunung Everest daripada penjelajah yang sanggup melintasi Siberia. Meski begitu, ungkapan ini mungkin tidak akan berlaku pada tahun-tahun ke depan mengingat pengerjaan konstruksi infrastruktur di Trans Siberia akan selesai dalam waktu dekat.
Selama penjelajahan di Trans Siberia, Jeffrey mengaku selalu berusaha untuk bermalam di kawasan aman bersama sopir-sopir truk. "Bermalam di tempat-tempat aman selalu menjadi target penting bagi saya setiap hari. Ini yang membuat motivasi saya selalu hidup di tengah medan jalan yang berat dan tekanan suhu yang sangat dingin."
Jeffrey bahkan mengaku sempat berkendara sejauh 1.450 Km dalam satu hari. Jarak ini terbilang sangat jauh. Terlebih untuk sebuah perjalanan dengan sepeda motor di jalur yang tak seluruhnya aspal mulus. Apalagi Jeffrey baru saja dirundung retak tulang lutut kaki kiri akibat kecelakaan di Kazakhstan akhir Juli lalu.
"Perjalanan Ride For Peace mengokohkan eksistensi Indonesia dalam dunia penjelajahan di dunia internasional,” demikian ungkap Duta Besar RI di Rusia, Djauhari Oratmangun kepada Jeffrey. “Keberhasilan ini tentunya membanggakan kita semua,” lanjutnya.
Karena itu, ketika diwawancara dua stasiun televisi lokal, TV Rusia Kanal 49 Novosibirks dan ASTV, Jeffrey tak lupa mempromosikan kehebatan Indonesia di tengah cerita misi Ride for Peace kedua yang sedang dijalaninya. "Keberhasilan saya melintasi Siberia adalah keberhasilan bangsa Indonesia. Sebagai putra bangsa sudah sewajarnya saya membanggakan Tanah Air," lanjut Jeffrey.
Jeffrey yang saat ini sedang berada di Semenanjung Sakhalinsk yang berbatasan dengan Jepang di Utara, akan melakukan pelayaran singkat menuju Negeri Sakura. Sebelumnya, dalam beberapa hari, Jeffrey telah melakukan eksplorasi ke berbagai daerah di sekitar Novosibirsk.
"Terpenting dari keberhasilan saya melalui kawasan liar Siberia adalah kembalinya waktu sesuai perencanaan awal. Sejak kecelakaan di Kazakhstan saya khawatir jadwal Ride for Peace akan terganggu. Tapi berkat doa dan dukungan seluruh bangsa Indonesia, kini saya mampu kembali pada jadwal, dan bersiap menghadapi tantangan-tantangan lain yang pasti tak kalah hebat di negara-negara lain,” pungkasnya.
Sumber : otosia.com
Minggu, 23 Juni 2013
Bikers Gak Harus Touring, Lihat Niech..
Komunitas Asosiasi Honda Jakarta (AHJ) bekerjasama dengan Komunitas Peduli Ciliwung terjun langsung ke sungai Ciliwung Condet, Jakarta Timur, untuk melakukan aksi bersih-bersih sampah belum lama ini. Aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bumi.
Kegiatan peduli lingkungan mendapat dukungan penuh dari main dealer sepeda motor Honda Jakarta-Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS).
Hadir dalam acara ini, Putri Pariwisata Sumatra Selatan 2012 Maya Susanti, Camat Kramat Jati Ucok Bangsawan, dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Jakarta Prof. Paulus. Acara dibuka dengan edukasi lingkungan dari Putri Pariwisata dengan menjelaskan pentingnya kelestarian lingkungan bagi kehidupan bersama.
Setelah mendapat edukasi lingkungan, 50 peserta yang terdiri dari 30 orang anggota AHJ dan 20 anggota Komunitas Peduli Ciliwung melakukan bersih-bersih sungai Ciliwung. Para peserta terjun langsung membersihkan sampah di sungai Ciliwung. Dengan menyusuri sepanjang satu kilometer menggunakan perahu karet, peserta mengambil sampah dengan karung yang telah disediakan.
Selain melakukan pembersihan sampah sungai Ciliwung, anggota AHJ juga turut melakukan penanaman pohon di bantaran sungai tersebut.
“Kami menyediakan 100 bibit pohon untuk ditanam di sepanjang bantaran sungai Ciliwung. Kegiatan pertama kali ini diharapkan dapat menggugah komunitas sepeda motor Honda agar lebih peduli lingkungan khususnya kebersihan sungai di Jakarta,” ujar Fuad Hasan, Ketua Presdium AHJ.
Sementara itu, Corporate Communication Head WMS, Wiyarto Mulyono menambahkan. Agenda peduli lingkungan ini akan lebih dikembangkan bagi komunitas sepeda motor Honda di wilayah Jakarta-Tangerang. Ia berharap tidak hanya fokus pada kebersihan sungai di Jakarta yang kini makin memprihatinkan, namun juga pada bidang lingkungan lainnya.
Sumber : otosia.com
Senin, 10 Juni 2013
Etika Bikers
Etika dalam berkendara bertujuan untuk menghormati, menghargai serta menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain saat berkendara. Sebagaimana dilansir dalam situs TMC Polda Metro Jaya, bahwa disiplin dalam berlalu lintas bukan hanya tugas polisi semata, namun harus juga dilaksanakan oleh semua pengendara dan pengguna jalan agar selamat sampai tujuan. Berikut ini disajikan beberapa etika berkendara untuk Anda semua.
- Pastikan kondisi fisik dan jiwa yang sehat, lakukan latihan pemanasan sebelum berangkat ke tujuan.
- Perlu dipastikan bahwa sepeda motor yang akan digunakan benar-benar siap digunakan untuk berkendara, mulai dari kondisi mesin kendaraan, ban, rem, kopling, oli, handle gas, lampu depan, lampu rem, sign, rantai, busi, bahan bakar serta kelengkapan surat-surat (SIM dan STNK).
- Jangan lupa menggunakan helm full face atau helm standar (SNI) baik bagi pengemudi maupun pembonceng.
- Gunakan juga kacamata dengan UV (Ultra Violet) protection di siang hari agar tidak silau dan pandangan mata lebih jelas.
- Pengendara sepeda motor harus mempersiapkan jaket, sepatu, body protector, sarung tangan, kacamata dan jas hujan untuk berjaga-jaga apabila terjadi perubahan cuaca selama berkendara.
- Bagi pembonceng wanita, sebaiknya tidak duduk menyamping melainkan menghadap ke depan.
- Bagi para penyeberang, pastikan lalu lintas aman, barulah menyeberang.
- Untuk perjalanan di kota, kecepatan tidak boleh lebih dari 60 km/jam, jangan berjalan dengan zig-zag, apalagi jika memboncengkan balita atau orang tua.
- Jangan membawa muatan yang melebihi ketentuan (lebih dari 2 orang).
- Jangan mengangkat telepon saat berkendara. Menepilah dan berhenti saat mengangkat telepon genggam.
- Patuhilah rambu-rambu lalu lintas sepanjang rute perjalanan dan etika berlalu lintas.
- Nyalakan lampu utama pada siang hari dan gunakan lajur jalan paling kiri.
- Berdoa sebelum Anda berangkat, serta konsentrasi penuh saat berkendara
Sumber : landscappist.com
Rabu, 29 Mei 2013
Janji Bikers

Janji Bikers: Setia Kawan & Taat Lalu Lintas
Sekitar 5.000 Bikers dari 200 klub yang berasal dari delapan kota di Jawa Timur berkumpul mendeklarasikan semangat "Bikers Jatim Bersatu" dalam acara U Mild U Bikers Festrack 2012 di Kenjeran Park, Surabaya. "Kami bikers se-Jatim sepakat selalu menjunjung tinggi persaudaraan bikers, dan selalu taat pada peraturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan berkendara (safety riding)," demikian pernyataan para perwakilan bikers yang berasal dari kota Surabaya, Pamekasan, Mojokerto, Tuban, Kediri, Malang, Probolinggo, Jember. Selesai berjanji, para bikers saling bergandengan tangan dan menyanyikan lagu "Kemesraan Ini" yang membuat suasana menjadi semakin hangat.
Ulum, salah satu perwakilan dari bikers Jember mengatakan deklarasi ini tepat di tengah pandangan masyarakat yang kurang baik terhadap para bikers yang anarkis. Menurut dia, para bikers yang tergabung dalam klub jelas berbeda, dan bukan geng motor. "Klub motor lebih kental semangat persaudaraan dan selalu melakukan kegiatan yang positif," katanya, Rabu 4 Juli 2012.
Manager Area Marketing wilayah Surabaya PT HM Sampoerna Tbk Mirza Iqbal mengatakan, U Mild menghadirkan festival bikers terbesar ini di Surabaya dengan tema "Dukung Bikers Lokalmu" untuk mendukung semua kegiatan bikers yang positif. "Kami berharap U Mild U Bikers Festrack akan ditunggu setiap tahun sebagai tempat berkumpulnya klub dan komunitas bikers Surabaya dan sekitarnya," kata Mirza.
Selain deklarasi "Bikers Jatim Bersatu", para bikers Se-Jatim juga melakukan berbagai kegiatan sosial seperti penanaman 1.000 pohon bakau di Kenjeran, Surabaya. Selain penanaman pohon, para bikers juga mengadakan aksi donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Selain beberapa kegiatan sosial, U Mild U Bikers Festrack 2012 juga menghadirkan berbagai acara yang unik dan fun bagi para bikers di kota terbesar kedua di Indonesia ini, mulai dari freestyle exhibition yang disuguhkan bagi para pecinta adrenalin dan modification contest sebagai wadah para modifikator lokal Surabaya berkreasi.
Sumber : otomotif.news.viva.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)









